Provinsi Kalimantan Selatan adalah salah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di pulau Kalimantan. Ibu kotanya adalah Banjarmasin.

Provinsi ini mempunyai 11 kabupaten dan 2 kota.

Sejarah

* 8000 SM : Manusia ras Austrolomelanesia mendiami gua-gua di pegunungan Meratus. Fosilnya ditemukan di Gua Babi di Gunung Batu Buli, Desa Randu, Muara Uya, Tabalong.
* 2500 SM : Migrasi bangsa Melayu Proto dari Yunan ke pulau Borneo yang menjadi nenek moyang suku Dayak (rumpun Ot Danum).
* 1500 SM : Migrasi bangsa Melayu Deutero ke pulau Borneo.
* 400 : Migrasi orang India (Tamil) menyebarkan agama Hindu ke Kalimantan, bersamaan dengan migrasi orang Sumatera yang membawa bahasa Melayu dan mulai tumbuhnya Bahasa Banjar Hulu.
* 520 : Munculnya Kerajaan Tanjungpuri di Tanjung, Tabalong yang didirikan suku Melayu.
* 600 : Suku Dayak Maanyan melakukan migrasi ke pulau Bangka selanjutnya ke Madagaskar.
* 1200 : Ampu Jatmika mendirikan pemukiman dan Candi Laras dengan pondasi tiang pancang ulin yang disebut kalang-sunduk di wilayah rawa daerah aliran sungai Tapin dan menobatkan dirinya sebagai raja Kerajaan Negara Dipa.
* 1200 : Ampu Jatmika menaklukan penduduk asli wilayah Banua Lima yaitu lima daerah aliran sungai (DAS) yaitu Batang Alai, Tabalong, Balangan, Pitap, dan Amandit serta daerah perbukitan (Bukit), selanjutnya mendirikan Candi Agung di Amuntai Tengah, Hulu Sungai Utara.
* 1362 : Wilayah Barito, Tabalong dan Sawuku menjadi daerah taklukan Kerajaan Majapahit. Hancurnya Kerajaan Nan Sarunai, kerajaan Suku Dayak Maanyan karena serangan Majapahit. Pangeran Suryanata dari Majapahit berhasil menjadi raja Negara Dipa.
* 1400 : Masa Kerajaan Negara Daha, Raden Sekarsungsang menjadi Raja pertama.
* 1526 : Banjarmasih, pemukiman Oloh Masih, dipimpin Patih Masih.
* 1526-1550 : Masa pemerintahan Pangeran Samudera (Raja I) di Kerajaan Banjar. Setelah mendapat dukungan Kesultanan Demak untuk lepas dari Kerajaan Negara Daha.
* 24 September 1526/6 Zulhijjah 932 H : Pangeran Samudera memeluk Islam dan bergelar Sultan Suriansyah.
* 1550-1570 : Masa pemerintahan Sultan Rahmatullah (Raja II) di Banjarmasin
* 1570-1620 : Masa pemerintahan Sultan Hidayatullah (Raja III) di Banjarmasin
* 1520-1620 : Masa pemerintahan Sultan Musta’inbillah (Raja IV) di Banjarmasin hingga 1612.
* 1596 : Belanda merampas 2 jung lada dari Banjarmasin yang berdagang di Kesultanan Banten.
* 7 Juli 1607 : Ekspedisi Belanda dipimpin Koopman Gillis Michaelszoon tiba di Banjarmasin.
* 1612 : Belanda menembak hancur Banjar Lama (kampung Keraton) di Kuin]], sehingga ibukota kerajaan dipindahkan dari Banjarmasin ke Martapura.
* 1734-1759 : Masa pemerintahan Sultan Tamjidillah I di Martapura.
* 14 Mei 1787 : Pangeran Amir (kakek Antasari) ditangkap Belanda, selanjutnya diasingkan ke Srilangka, setelah mengadakan perlawanan terhadap Belanda dengan 3000 pengikutnya.
* 15 Muharam 1251 H/1825 : Undang Undang Sultan Adam (UUSA 1825).
* 1859 : Sultan Tamjidillah yang disetujui Belanda sebagai raja Banjar, diturunkan dari tahta dan diasingkan ke Bogor.
* 11 November 1858 : Pertama kali meletusnya Perang Banjar, dipimpin Pangeran Antasari.
* 28 April 1859 : Pasukan Antasari menyerang tambang batubara milik Belanda di Pengaron, Banjar.
* 17 Agustus 1860 : Pangeran Antasari mendirikan Benteng Tabalong.
* 4 Mei 1861 : Pertempuran Paringin antara pasukan Antasari melawan Belanda.
* 14 Maret 1862 (13 Ramadhan 1278 H) : Pangeran Antasari ditabalkan sebagai Panembahan.
* 1899 : Residen C.A Kroesen memimpin Zuider en Ooster Afdeeling van Borneo
* 24 Januari 1905 : Sultan Muhammad Seman, putra Pangeran Antasari gugur melawan Belanda.
* 1915 : Sarekat Islam mendirikan Madrasah Darussalam di Martapura.
* 1919 : Banjarmasin mendapat otonom pemerintahan menjadi Gemeente Bandjermasin.
* 1923 : National Borneo Congres ke-1
* 29-31 Maret 1924 : National Borneo Congres ke-2, dihadiri wakil-wakil Perserikatan Dayak dan Sarekat Islam lokal.
* 5 Maret 1930 : Keluarnya ketetapan no. 253 dan 254 tentang berdirinya cabang Muhammadiyah di Banjarmasin dan Alabio
* 1938 : Wester afdeeling van Borneo, Zuider en Ooster Afdeeling van Borneo menjadi sebuah propinsi di Hindia Belanda. Gemeente Bandjermasin ditingkatkan menjadi Stads Gemeente Bandjermasin.
* 25 Desember 1941 : Jepang membom Lapangan Terbang Ulin
* 21 Januari 1942 : Jepang menembak jatuh pesawat Catalina-Belanda di sungai Barito perairan Alalak, Barito Kuala,
* 8 Februari 1942 : Jepang memasuki Muara Uya, Tabalong, Gubernur Haga mengungsi ke Kuala Kapuas menuju Puruk Cahu, Murung Raya.
* 10 Februari 1942 : Tentara Jepang memasuki Banjarmasin, sejak 6 Februari 1942 pemerintahan kota sudah vacum.
* Februari 1942 : Dengan persetujuan walikota Banjarmasin H. Mulder dibentuk Pimpinan Pemerintahan Civil (PPC) diketuai Mr. Rusbandi, sebagai pemerintahan sementara.
* 12 Februari 1942 : Tentara Jepang mengeluarkan maklumat kota Bajarmasin dan daerahnya diserahkan kepada PPC (Pimpinan Pemerintahan Civil)
* 5 Maret 1942 : A.A Hamidhan menerbitkan surat kabar Kalimantan Raya
* 18 Maret 1942 : Kiai Pangeran Musa Ardi Kesuma ditunjuk Jepang sebagai Ridzie, penguasa penuh dan tertinggi pemerintah sipil meliputi wilayah Banjarmasin, Hulu Sungai dan Kapuas-Barito (Dayak Besar).
* 17 April 1945 : Rakyat Banjarmasin mulai diwajibkan memberi hormat dengan membungkukkan badan kepada setiap tentara Jepang baik yang naik sepeda, mobil dan sebagainya.
* 6 Mei 1945 : Pembentukan TRI pasukan MN 1001, MKTI (MN=Muhammad Noor)
* 18 Agustus 1945 : Pemerintahan Sukarno-Hatta menunjuk Ir. H. Pangeran Muhammad Noor sebagai gubernurKalimantan
* 23 Agustus 1945 : Berdirinya organisasi kelaskaran GEMIRI (Gerakan Rakyat Mempertahankan Republik Indonesia) di Kandangan, Hulu Sungai Selatan.
* Agustus 1945 : Berdirinya organisasi kelaskaran Badan Pemberontak Rakyat Kalimantan di Kandangan, Hulu Sungai Selatan.
* 23 September 1945 : Berdirinya organisasi kelaskaran Pasukan Berani Mati di Alabio, Hulu Sungai Utara.
* November 1945 : Berdirinya organisasi kelaskaran Laskar Syaifullah di Haruyan, Hulu Sungai Tengah.
* 20 November 1945 : Berdirinya organisasi kelaskaran GERPINDOM (Gerakan Rakyat Pengajar/Pembela Indonesia Merdeka) di Amuntai, Hulu Sungai Utara.
* 1945 : Berdirinya organisasi kelaskaran GERPINDOM (Gerakan Pemuda Indonesia Merdeka) di Birayang, Hulu Sungai Tengah, Barisan Pelopor Pemberontakan (BPPKL) di Martapura, Banjar dan Banteng Borneo di Rantau, Tapin serta Laskar Hasbullah di Martapura, Pelaihari, Rantau dan Hulu Sungai.
* 7 Desember 1945 : Pertempuran Marabahan di Barito Kuala.
* 21 Desember 1948 : Pertempuran Hawang, Hulu Sungai Tengah.
* 2 Januari 1949 : Pertempuran di Negara di Hulu Sungai Selatan (Palagan Nagara).
* 6 Februari : Pertempuran Pagatan di Tanah Bumbu.
* 17 Mei 1949 : Proklamasi Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan oleh Letkol. Hasan Basry (Pahlawan Nasional).
* 3 Juni 1949 : Pertempuran Serangan Umum Kota Tanjung di Tabalong.
* 15 April 1949 : Pertempuran Batakan di Tanah Laut.
* 8 Agustus 1949 : Pertempuran Garis Demarkasi di Karang Jawa, Kandangan, Hulu Sungai Selatan.
* 9 November 1949 : Pertempuran di Banjarmasin.
* 23 September 1953 : Wafatnya Ratu Zaleha, putri Sultan Muhammad Seman, sebelumnya diasingkan di Cianjur.
* 7 Desember 1956 : Terbentuknya provinsi Kalsel yaitu gabungan dari Kotawaringin, Dayak Besar, Daerah Banjar dan Federasi Kalimantan Tenggara. Belakangan Pasir (bagian Federasi Kalimantan Tenggara) bergabung ke provinsi Kalimantan Timur.
* 23 Mei 1957 : Wilayah Kotawaringin dan Dayak Besar membentuk provinsi Kalimantan Tengah.
* 10 November 1991 : Peresmian Museum Wasaka oleh Gubernur Kalsel Ir. H. Muhammad Said
* 23 Mei 1997 : Peristiwa Jumat Kelabu di Banjarmasin, kampanye pemilu yang berakhir kerusuhan bernuansa SARA (partai)
* 2005 : Terpilihnya H. Rudi Arifin sebagai gubernur untuk masa jabatan 2005-2009

Kondisi Alam

Keanekaragaman Hayati

* Flora Resmi: Bunga Kasturi (Mangifera casturi)
* Fauna Resmi: Bekantan (Nasalis larvatus)

Sumber Daya Alam

Kehutanan: Hutan Tetap (139.315 ha), Hutan Produksi (1.325.024 ha), Hutan Lindung (139.315 ha), Hutan Konvensi (348.919 ha) Perkebunan: Perkebunan Negara (229.541 ha) Bahan Galian: batu bara, minyak, pasir kwarsa, biji besi, dll.

Suku Bangsa

Kelompok etnik di Kal-Sel menurut Museum Lambung Mangkurat, antara lain :

1. Banjar Kuala, Banjarmasin sampai Martapura,
2. Banjar Batang Banyu, Margasari sampai Kelua
3. Banjar Pahuluan, Tanjung sampai Pelaihari (luar Martapura)
4. Suku Barangas di Berangas, Ujung Panti, Lupak, Aluh Aluh
5. Suku Bakumpai di Bakumpai, Marabahan, Kuripan, Tabukan
6. Suku Maanyan di Warukin, Pasar Panas, Dayak Balangan,Dayak Samihim
7. Suku Abal di Kampung Agung sampai Haruai
8. Suku Dusun Deyah di Pangelak, Gunung Riut, Upau
9. Suku Lawangan di , Muara Uya Utara
10. Suku Bukit di Pitap, Haruyan, Hantakan, Loksado, Piani, Paramasan, Bajuin, Riam Adungan, Sampanahan, Hampang
11. Suku Madura Madurejo di Pengaron, Mangkauk
12. Suku Jawa Tamban di Purwosari
13. Etnis Parit Pelaihari di Pelaihari
14. Suku Bajau di Kotabaru, Tanjung Batu
15. Suku Bugis di Pagatan
16. Suku Mandar di pulau Laut dan pulau Sebuku

(Sumber : Peta alam dan foto kelompok etnik Kalimantan Selatan, Museum Lambung Mangkurat).

Delapan etnik terbanyak di Kal-Sel menurut sensus 2000 (Dalam sensus belum disebutkan beberapa suku kecil yang merupakan penduduk asli) :

1. Suku Banjar : 2.271.586 jiwa
2. Suku Jawa : 391.030 jiwa
3. Suku Bugis : 73.037 jiwa
4. Suku Madura : 36.334 jiwa
5. Suku Bukit : 35.838 jiwa
6. Suku Mandar : 29.322 jiwa
7. Suku Bakumpai : 20.609 jiwa
8. Suku Sunda : 18.519 jiwa
9. Lainnya : 99.165 jiwa

Total penduduk Propinsi Kalsel tahun 2000 : 2.975.440 jiwa
(Badan Pusat Statistik – Sensus Penduduk Tahun 2000)

Kelompok etnik berdasarkan urutan keberadaannya di Kalsel :

1. Austrolo-Melanosoid (sudah punah)
2. Dayak (rumpun Ot Danum)
3. Suku Dayak Bukit
4. Suku Banjar (1526)
5. Suku Bajau, Suku Bugis (1750), Suku Mandar
6. Suku Jawa, Suku Madura
7. Etnis Tionghoa-Indonesia, Etnis Arab-Indonesia
8. Etnis Eropa (1860-1942, sudah punah)

Bahasa Daerah

1. Bahasa Melayu Lokal :
1. Bahasa Banjar (bjn)
1. Dialek Banjar Hulu
2. Dialek banjar Kuala
3. Bahasa Barangas)
2. Bahasa Melayu Bukit (bvu)
2. Bahasa Barito
1. Barito barat
1. Barito barat bagian selatan :
1. Bahasa Bakumpai [bkr]
2. Barito timur
1. Barito timur bagian utara :
1. Bahasa Lawangan-Pasir(lbx)
2. Barito timur bagian Tengah-Selatan
1. Bagian Tengah :
1. Bahasa Dusun Deyah [dun]
2. Bagian Selatan :
1. Bahasa Maanyan [mhy]

Agama

Mayoritas Islam

Daftar Kabupaten dan Kota
1. Kabupaten Balangan
2. Kabupaten Banjar
3. Kabupaten Barito Kuala
4. Kabupaten Hulu Sungai Selatan
5. Kabupaten Hulu Sungai Tengah
6. Kabupaten Hulu Sungai Utara
7. Kabupaten Kotabaru
8. Kabupaten Tanah Laut
9. Kabupaten Tabalong
10. Kabupaten Tanah Bumbu
11. Kabupaten Tapin
12. Kota Banjarbaru
13. Kota Banjarmasin

Seni Karawitan

1. Gamelan Banjar
2. Musik Panting (suku Banjar)
3. Musik Kangkurung (suku Dayak Bukit)
4. Musik Bumbung
5. Musik Kintung
6. Musik Kangkanong
7. Musik Salung
8. Musik Suling
9. Musik Bambang
10. Musik Masukkiri (suku Bugis)

Teater tradisional dan wayang

* Mamanda (teater tradisional suku Banjar)
* Lamut (suku Banjar)
* Madihin (suku Banjar)
* Wayang Kulit Banjar (suku Banjar)
* Wayang Gung (wayang orang suku Banjar)
* Balian(suku Dayak Bukit)

Tarian

Tarian suku Banjar:

* Baksa Kambang
* Radap Rahayu
* Kuda Gepang
* Tarian suku Banjar lainnya

Tarian suku Dayak Bukit:

* Tari Tandik Balian
* Tari Babangsai (tarian ritual, penari wanita)
* Tari Kanjar (tarian ritual, penari pria)

Lagu

Lagu Daerah suku Banjar:

* Ampar-Ampar Pisang
* Sapu Tangan Babuncu Ampat
* Paris Barantai
* Lagu daerah Banjar lainnya

Rumah A dat

Rumah Adat Suku Banjar disebut Rumah Bubungan Tinggi
Rumah Adat Suku Dayak Bukit disebut Balai

Pakaian Adat

Pakaian Pengantin Suku Banjar ada 4 jenis:

* Pengantin Bagajah Gamuling Baular Lulut
* Pengantin Baamar Galung Pancar Matahari
* Pengantin Babaju Kun Galung Pacinan
* Pangantin Babaju Kubaya Panjang

Pakaian Pemuda Pemudi:

* Pakaian Nanang dan Galuh Banjar

Pariwisata

* Banjarmasin
o Komplek Makam Sultan Suriansyah
o Komplek Makam Pangeran Antasari
o Masjid Sultan Suriansyah
o Pasar Terapung Muara Kuin
o Pasar Terapung Lok Baintan
o Festival Nanang dan Galuh Banjar
o Museum Wasaka
o Kubah Surgi Mufti
o Sasirangan
* Banjarbaru
o Museum Lambung Mangkurat
* Barito Kuala
o Pulau Kembang
o Pulau Kaget
* Hulu Sungai Selatan
o Loksado (Wisata Alam Pegunungan dan Arung Jeram, Balian)

Peninggalan Sejarah dan Purbakala

Peninggalan sejarah dan purbakala :

1. Masjid Sultan Suriansyah di Kuin Utara, Banjarmasin Utara, Banjarmasin
2. Komplek Makam Sultan Suriansyah di Banjarmasin Utara, Banjarmasin
3. Komplek Makam Pangeran Antasari di Banjarmasin Tengah, Banjarmasin
4. Makam Surgi Mu fti di Surgi Mufti,Banjarmasin Tengah, Banjarmasin
5. Makam Ratu Zaleha di Banjarmasin Tengah, Banjarmasin
6. Rumah Bubungan Tinggi Teluk Selong Ulu di Teluk Selong Ulu, Martapura, Banjar
7. Rumah Gajah Baliku Teluk Selong Ulu di Teluk Selong, Martapura, Banjar.
8. Rumah Balai Bini Teluk Selong Ulu di desa Teluk Selong Ulu , Martapura, Banjar.
9. Rumah Palimbangan Pasayangan di Pasayangan, Martapura, Banjar.
10. Makam Datu Ambulung di Martapura, Banjar.
11. Masjid Jami Sungai Batang di Martapura, Banjar
12. Monumen ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan di Gambut, Banjar
13. Makam Sultan Ad am di Kelurahan Jawa, Martapura, Banjar
14. Makam Sultan Inayatullah di Kampung Keraton, Martapura, Banjar
15. Makam Sultan Sulaiman di Karang Intan, Banjar
16. Benteng Tabanio di Tanah Laut
17. Makam Keramat Istana, di Tanah Laut
18. Makam Datu Ingsat di Tanah Laut
19. Candi Laras di Kecamatan Candi Laras Selatan, Tapin
20. Masjid Almukarromah di Banua Halat Kiri, Tapin
21. Makam Datu Sanggul di Tatakan, Tapin
22. Masjid Gadung Keramat di Tapin
23. Rumah Bubungan Tinggi Lawahan, Tapin
24. Masjid Su’ada di Wasah Hilir, Simpur, Hulu Sungai Selatan
25. Benteng Gunung Madang, di Sei Madang, Hulu Sungai Selatan
26. Makam Haji Saadudin di Taniran, di Hulu Sungai Selatan
27. Makam Datu Patinggi Mandapai di Hulu Sungai Selatan
28. Makam Tumpang Talu di Hulu Sungai Selatan
29. Gedung Musyawaratutthalibin di Simpur, Hulu Sungai Selatan
30. Rumah Bubungan Tinggi Tibung di Kandangn, Hulu Sungai Selatan
31. Rumah Bubungan Tinggi Baruh Kambang di Negara, Daha Selatan, Kandangn, Hulu Sungai Selatan
32. Rumah Bubungan Tinggi Habirau di Daha Selatan, Hulu Sungai Selatan
33. Rumah Perjuangan di Karang Jawa, Kandangan, Hulu Sungai Selatan
34. Rumah Perjuangan di Durian Rabung, Hulu Sungai Selatan
35. Rumah Bersejarah di Simpur, Hulu Sungai Selatan
36. Monumen 17 Mei, Niih, di Hulu Sungai Selatan
37. Masjid Keramat Pelajau di Hulu Sungai Tengah
38. Makam 23 Pejuang di Hulu Sungai Tengah
39. Makam Pangeran Kacil di Hulu Sungai Tengah
40. Makam Tumenggung Jayapati di Hulu Sungai Tengah
41. Candi Agung di Paliwara, Amuntai Tengah, Hulu Sungai Utara
42. Masjid Tua Sungai Banar di Hulu Sungai Utara
43. Masjid Jami Assuhada di Hulu Sungai Utara
44. Rumah Adat Banjar Bubungan Tinggi di Hulu Sungai Utara
45. Masjid Basar Pandulangan di Hulu Sungai Utara
46. Masjid Pusaka dan Makam Penghulu Rasyid di Banua Lawas, Tabalong
47. Makam Gusti Buasan di Tabalong
48. Masjid Jami Puain Kanan di Tabalong
49. Goa Babi di Desa Randu, Muara Uya, Tabalong
50. Makam Syekh Muhammad Nafis Al-Banjari di Kelua, Tabalong
51. Makam Ratu Intan di Kotabaru
52. Kompleks Makam Raja-raja Kotabaru di Pulau Laut Utara, Kotabaru
53. Makam Syekh Haji Muhammad Arsyad di Tanah Bumbu
54. Makam Pangeran Agung di Tanah Bumbu
55. Makam Haji Japeri di Barito Kuala
56. Makam Panglima Wangkang di Marabahan, Barito Kuala
57. Rumah Bulat (Rumah Joglo Penghulu) di desa Penghulu, Marabahan, Barito Kuala
58. Rumah Gajah Baliku Penghulu di desa Penghulu, Marabahan, Barito Kuala
59. Makam Datuk Aminin di Barito Kuala

Sebagian Foto Bangunan di Kal-Sel
Gedung Sultan Suriansyah tempat pementasan budaya Kal-Sel.

Gedung Mahligai Pancasila pada kediaman resmi Gubernur Kal-Sel.

Kantor Gubernur Kalimantan Selatan.

Tulisan diambil dari sini

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

13 Comments

Add a Comment
  1. Wanita pejuang indon

    Thanks for posting this. I love reading this post and like how you write.

Leave a Reply

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap